PROTEIN (Kimia Bahan Makanan)
I. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Protein (protos yang berarti ”paling utama”) adalah senyawa organik kompleks yang mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Peptida dan protein merupakan polimer kondensasi asam amino dengan penghilangan unsur air dari gugus amino dan gugus karboksil.
Jika bobot molekul senyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai polipeptida. Proetin banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia. Seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi kehidupan organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Maka, penting bagi kita untuk mengetahui tentang protein dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang merupakan penyusun utama makhluk hidup.
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein itu sendiri mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitroge dan kadang kala sulfur serta fosfor.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan disusunnya makalah ini antara lain adalah sebagai berikut :
1. Mengetahuibeberapamakanan yang mengandung protein.
2. Mengetahuifungsi protein dalamtubuh.
II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Protein
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi antara 5000 sampai jutaan. yang merupakan polimer dari monomer-monomerasam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein memegang peranan penting dalam hampir semua proses kehidupan. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel manusia atau hewan. Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang terdapat pada makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan pertumbuhan tubuh.
Protein merupakan zat gizi yang amat penting, senyawa ini didapatkan dalam sitoplasma pada semua sel hidup, baik binatang maupun tanaman. Tumbuh-tumbuhan mensintesa protein dari bahan-bahan anorganik. Karbon dioksida dari udara dan air dari tanah menyediakn karbon, hidrogen dan oksigen, sedangkan nitrogen diperoleh dari tanah dalam bentuk senyawa anorganik (nitrat dan nitrit), sehingga protein tersusun dari asam-asam amino yang jumlahnya banyak sehingga dikenal dengan poli-asam amino.
Asam amino adalah suatu senyawa yang mempunyai gugus asam (-COOH) dan gugus basa (amina - NH2), sehingga struktur kimianya dapat digambarkan sebagai berikut :

gambar 1
Protein tersusun oleh unsur-unsur C, H, O, N juga ada S maupun P.
Ikatan antara satu asam amino dengan asam amino lain disebut dengan ikatanpeptida, kalau ikatannya banyak sekali disebut dengan ikatan polipeptida. Asam amino ada yang essensial dan ada pula yang non essensial.
Asam amino esensial (artinya dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh sendiri tidak dapat memproduksinya, maka harus dimasukkan dalam bentuk makanan) diantaranya : Lisine, leucine, isoleucine, arginine, histidine, methionine, tryptophan, valine, phenylalaline, dan threonine.
Sedang asam amino yang non esensial (tubuh bisa membuat tetapi tidak dibutuhkan) adalah: glutamine, serine, aspartine, sisteine dan sebagainya Protein mempunyai sifat isoelektrik, karena mengandung gugus asam dan basa jadi mempunyai sifat negatif dan positip sehingga suatu saat mempunyai titik isoelektrik tertentu.
2.2 Klasifikasi Protein
Berdasarkan kandungan asam aminonya, protein dibedakan ke dalam :
A. Protein sempurna, yaitu protein yang mengandung asam amino essensialsecara lengkap, baik dari jenis maupun jumlahnya. Protein sempurna umumnya terdapat dalam bahan makanan hewani, antara lain, kasein di dalam susu dan albumin di dalam putih telur.
B. Protein kurang sempurna, yaitu protein yang lengkap mengandung asam amino essensial, akan tetapi beberapa diantaranya hanya sedikit. Protein ini tidak dapat menjamin pertumbuhan, tetapi dapat mempertahankan kehidupan jaringan. Banyak dijumpai dalam protein nabati, contohnya legumin pada kacang-kacangan, dan gliadin di dalam gandum.
C. Protein tidak sempurna, yaitu protein yang tidak mengandung atau sedikit sekali mengandung asam amino essensial. Contohnya zein di dalam jagung.
2.3 Sumber Protein
Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber bahan makanan. Berdasarkan asalnya, protein dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
a. Protein hewani, berasal dari hewan. Umumnya mengandung protein yang lengkap, terdapat pada ikan, daging, susu, telur, larva serangga, lebah, belalang, laron, kepompong, dan lain. Bahan makanan hewani kaya dalam protein bermutu tinggi, tetapi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia
b. Protein nabati, berasal dari tumbuh-tumbuhan. Protein nabati terdapat pada kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian. Pada umumnya protein nabati mengandung protein yang tidak lengkap, kecuali pada kacang-kacangan yaitu kedelai. Kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein hanya 9,9%. Sayur dan buah-buahan rendah dalam protein, kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein adalah 5,3%. Gula, sirup, lemak, dan minyak murni tidak mengandung protein.

Beberapa bahan makanan yang mengandung protein serta kadar proteinnya dapat dilihat ditabel.
No Nama bahan makanan Kadar protein(%)
1 Daging ayam 18, 2
2 Daging sapi 18,8
3 Telur ayam 12,8
4 Susu sapi segar 3,2
5 Keju 22,8
6 Bandeng 20,0
7 Udang segar 21,0
8 Kerang 8,0
9 Beras tumbuk merah 7,9
10 Beras giling 6,8
11 Kacang hijau 22,2
12 Kedelai basah 30,2
13 Tepung terigu 8,9
14 Jagung kuning 7,9
15 Pisang ambon 1,2
2.4 Analisis Protein Pada Makanan
Tujuan umum kegiatan uji protein pada zat makanan adalah kita dapat mengidentifakasi protein pada terdapat di dalam bebagai bahan makanan yang telah ditentukan. Selanjutnya melakukan uji protein terhadap berbagai bahan makanan secara rinci dapat dilakukan salah satu caranya ialah uji biuret dan melakukan hal-hal sebagai berikut:
Alat :
1. 6 Tabung reaksi
2. Gelas ukur
3. Pipet Tetes
4. Aquades
5. Spiritus
6. Penjepit tabung reaksi
Bahan :
1. Bahan makanan (Alpukat, apel, pisang, susu, tahu, dan telur).
2. Larutan NaOH 2 M
3. Larutan CuSO4 0,1 M
Langkah Kerja :
1. Uji Biuret
• Haluskan masing-masing bahan makanan kemudian tambahkan dengan aquades.
• Isi keenam tabung reaksi dengan 2 mL dari masing-masing bahan makanan.
• Tambahkan 2 mL larutan NaOH 2M, kemudian kocok.
• Tambahkan larutan CuSO4 0,1M.
Data Hasil Pengamatan :
1. Apel bewarna Orange
2. Alpukat bewarna Ungu
3. Pisang bewarna Ungu Muda
4. Susu bewarna Ungu
5. Tahu bewarna Ungu Muda
6. Telur bewarna Ungu Tua
Penjelasan:
1. Uji Biuret
Sebelum

Setelah penambahan NaOH dan CuSO4

Uji biuret adalah salah satu cara pengujian yang memberikan hasil positif pada senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptida. Pengujiannya dapat dilakukan dengan cara : larutan yang mengandung protein ditetesi larutan NaOH, kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO4 encer. Terbetuknya warna ungu, menunjukkan hasil positif adanya protein.
2.5Manfaat Protein bagi Tubuh
Manfaat protein bagi tubuh kita sangatlah banyak. Protein sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tubuh kita. Diantara manfaat protein tersebut adalah sebagai berikut:
Untuk membangun dan mengganti sel-sel jaringan tubuh manusia
Tubuh sangat efisien dalam memelihara protein yang ada dan menggunakan kembali asam amino yang diperoleh dari pemecahan jaringan untuk membangun kembali jaringan yang sama atau jaringan yang lain.Untuk membentuk jaringan baru seperti tulang, masa otot, darah. Untuk tumbuh diperlikan protein dalam jumlah yang cukup. Bila protein dalam makanan tidak cukup dengan sendirinya pertumbuhan tubuh akan terganggu.
Mengatur keseimbangan air
Cairan tubuh terdapat dalam tiga kompartemen : intraseluler, ekstraseluler dan intravaskuler. Distribusu cairan tubuh dalam kompartemen harus dijaga keseimbangannya. Keseimbangan diperoleh melalui sistem komplek yang melibatkan protein dan elektrolit.
Memelihara netralitas tubuh
Protein tubuh bertindak sebagai bufferuntuk menjaga PH pada taraf konstan.
Pembentukan anti body
Kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan racun dikontrol oleh enzim di dalam hati. Kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengaruh toksik berkurang.
Mengangkut zat-zat gizi
Protein memegang peranan potensial dalam mengangkut zat-zat gizi dalam saluran cerna melalui dinding saluran cerna kedalam darah, dari darah ke jaringan melalui membran sel ke dalam sel.
Sumber energi
Sebagai sumber energi, protein eqiuvalen dengan karbohidrat, karena menhasilkan 4 kkal/g protein.
Sebagai enzim
Protein memiliki peranan yang besar untuk mempercepat reaksi biologis.
Sebagai alat pengangkut dan penyimpan.
Protein yang terkandung dalam hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam eritrosit. Protein yang terkandung dalam mioglobin dapat mengangkut oksigen dalam otot.
Sebagai Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh.
Protein ini biasa digunakan dalam bentuk antibodi.
Sebagai Pengendalian Pertumbuhan.
Berdasarkan fungsi utamanya protein masuk ke dalam kelompok zat pembangun, akan tetapi dalam keadaan terpaksa protein juga dapat dioksidasi untuk menghasilkan energi, dengan demikian protein mengemban dwi fungsi, yaitu sebagai zat pembangun dan bahan bakar tubuh. Protein adalah komponen yang melaksanakan sebagian besar fungsi biologis, yaitu sebagai komponen struktural, katalisator, pengatur, pertahanan, kontraksi serta pengangkut.
2.6Akibat Kekurangan Protein
Penyakit yang terjadi akibat kekurangan protein paling banyak ditemukan di Negara miskin. Kekurangan protein juga mempengaruhi orang-orang yang lahir dengan kelainan genetik untuk memproduksi protein tertentu, dan orang-orang dengan penyakit yang menyebabkan mereka kehilangan nafsu makan dan gangguan pada otot. Di Negara maju seperti Amerika yang terjadi malah sebaliknya. Kelebihan protein akibat konsumsi makanan hewani berlebih. Bahkan para ahli di Amerika menyakini bahwa rata-rata orang Amerika mengkonsumsi 50 persen lebih besar protein dari yang dibutuhkan tubuh.
Penyakit akibat kekurangan protein banyak jenisnya, misalnya penyusutan jaringan otot, kehilangan berat badan, penumpukan cairan, anemia, denyut jantung sangat rendah, juga termasuk penyakit pigmentasi pada kulit. Salah satu efek yang berbahaya dari kurangnya protein adalah timbulnya penyakit muka tua yang disebabkan oleh kekurangan protein dan karbohidrat di saat bersamaan.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
a. Kerontokan rambut. Karena 97- 100 % rambut tersusun dari protein
b. Penyakit kekurangan protein atau biasa disebut kwashiorkor.
Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan parah protein dalam diet yang mengandung kalori sebagian besar dari karbohidrat seperti ubi, beras dan pisang. Umumnya penderitanya adalah anak kecil yang tidak mendapat asupan nutrisi protein yang cukup pada masa pertumbuhannya. Menurut University of Maryland Medical Center orang dengan kwashiorkor muncul bengkak di daerah perut dari retensi cairan.
Gejalanya :
- Pertumbuhan terhambat.
- Otot-otot berkurang dan lemah.
- Edema.
- Muka bulat seperti bulan (moonface)
- Gangguan psikimotor.
c. Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus .
Marasmus (seluruh badan menjadi lemah) adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan kalori cukup parah yang mempengaruhi bayi dan anak-anak, sering mengakibatkan penurunan berat badan dan dehidrasi. Marasmus dapat berkembang menjadi kelaparan dan kematian yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting. Orang dengan marasmus terlihat kurus dengan sedikit jaringan otot.
Gejalanya :
- Pertumbuhan terhambat.
- Lemak dibawah kulit berkurang.
- Otot-otot berkurang dan melemah.
- Erat badan lebih banyak terpengaruh dari pada ukuran kerangka, seperti : panjang, lingkar kepala dan lingkar dada.
- Muka seperti orang tua (oldman’s face).
Perhatikan gangguan pertumbuhan yang terjadi pada penderita kwashiorkor dan marasmus pada Gambar:

d. Kekurangan protein C
Salah satu protein yang sangat penting bagi tubuh dan sangat berbahya bila tidak ada adalah protein C. Protein C berkaitan dengan pembekuan darah. Protein bisa dengan mudah ditemukan pada berbagai macam jenis makanan apalagi Indonesia terkenal dengan makanan tempe yang kaya akan protein.
e. Cachexia
Cachexia adalah suatu kondisi yang melibatkan kekurangan protein, penipisan otot rangka dan tingkat peningkatan degradasi protein. Cachexia menyebabkan penurunan berat badan, kematian,penyakit kanker, AIDS, gagal ginjal kronis, penyakit panas, penyakit paru obstruktif kronik dan rheumatoid arthritis. Pasien dengan kanker ganas dari lambung, usus, hati, saluran empedu dan gangguan pankreas, memiliki kelelahan dan keseimbangan nitrogen negatif sebagai akibat dari hilangnya massa otot dari cachexia, Sumber yang ditulis oleh J Ockenga dalam “pencernaan Farmakologi dan Terapi” pada tahun 2005.Akibat dari kwashiorkor dan marasmus sendiri, yaitu:
a. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
b. Mudah terkena penyakit
c. Berkurangnya daya pikir
d. Penurunan fungsi otak
e. Ketidakseimbangan cairan elektrolit
f. Berkurangnya daya tahan tubuh
g. Bila tidak segera diobati berakhir dengan kematian
2.7Akibat Kelebihan Protein
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan dapat menimbulkan masalah lain, terutama pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen.
Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg BB. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angaka kecukupan gizi AKG) untuk protei
KESIMPULAN
Adapunkesimpulansetelahmembuatdanmempelajarimateritentangmakanan yang mengandungkarbohidrat, protein, danlemakadalahsebagaiberikut :
1. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari m
2. onomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida
3. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida
4. Protein terdiri dari protein nabati dan protein hewani.
5. Protein dibedakankedalam protein sempurna, protein kurangsempurna, dan protein tidaksempurna.
6. Kurangnya protein dalamtubuhmenyebabkankerontokanrambut, busunglapar, kwashiorkor, cachexiadan marasmus.
7. Makanan yang mengandung protein dapat di uji dengan uji biuret, apabila sampel makan yang mengandung protein ditetesi larutan NaOH, kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO4 encer. Terbetuknya warna ungu, menunjukkan hasil positif adanya protein.
1.1.Latar Belakang
Protein (protos yang berarti ”paling utama”) adalah senyawa organik kompleks yang mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Peptida dan protein merupakan polimer kondensasi asam amino dengan penghilangan unsur air dari gugus amino dan gugus karboksil.
Jika bobot molekul senyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai polipeptida. Proetin banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia. Seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi kehidupan organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Maka, penting bagi kita untuk mengetahui tentang protein dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang merupakan penyusun utama makhluk hidup.
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein itu sendiri mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitroge dan kadang kala sulfur serta fosfor.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan disusunnya makalah ini antara lain adalah sebagai berikut :
1. Mengetahuibeberapamakanan yang mengandung protein.
2. Mengetahuifungsi protein dalamtubuh.
II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Protein
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi antara 5000 sampai jutaan. yang merupakan polimer dari monomer-monomerasam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein memegang peranan penting dalam hampir semua proses kehidupan. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel manusia atau hewan. Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang terdapat pada makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan pertumbuhan tubuh.
Protein merupakan zat gizi yang amat penting, senyawa ini didapatkan dalam sitoplasma pada semua sel hidup, baik binatang maupun tanaman. Tumbuh-tumbuhan mensintesa protein dari bahan-bahan anorganik. Karbon dioksida dari udara dan air dari tanah menyediakn karbon, hidrogen dan oksigen, sedangkan nitrogen diperoleh dari tanah dalam bentuk senyawa anorganik (nitrat dan nitrit), sehingga protein tersusun dari asam-asam amino yang jumlahnya banyak sehingga dikenal dengan poli-asam amino.
Asam amino adalah suatu senyawa yang mempunyai gugus asam (-COOH) dan gugus basa (amina - NH2), sehingga struktur kimianya dapat digambarkan sebagai berikut :
gambar 1
Protein tersusun oleh unsur-unsur C, H, O, N juga ada S maupun P.
Ikatan antara satu asam amino dengan asam amino lain disebut dengan ikatanpeptida, kalau ikatannya banyak sekali disebut dengan ikatan polipeptida. Asam amino ada yang essensial dan ada pula yang non essensial.
Asam amino esensial (artinya dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh sendiri tidak dapat memproduksinya, maka harus dimasukkan dalam bentuk makanan) diantaranya : Lisine, leucine, isoleucine, arginine, histidine, methionine, tryptophan, valine, phenylalaline, dan threonine.
Sedang asam amino yang non esensial (tubuh bisa membuat tetapi tidak dibutuhkan) adalah: glutamine, serine, aspartine, sisteine dan sebagainya Protein mempunyai sifat isoelektrik, karena mengandung gugus asam dan basa jadi mempunyai sifat negatif dan positip sehingga suatu saat mempunyai titik isoelektrik tertentu.
2.2 Klasifikasi Protein
Berdasarkan kandungan asam aminonya, protein dibedakan ke dalam :
A. Protein sempurna, yaitu protein yang mengandung asam amino essensialsecara lengkap, baik dari jenis maupun jumlahnya. Protein sempurna umumnya terdapat dalam bahan makanan hewani, antara lain, kasein di dalam susu dan albumin di dalam putih telur.
B. Protein kurang sempurna, yaitu protein yang lengkap mengandung asam amino essensial, akan tetapi beberapa diantaranya hanya sedikit. Protein ini tidak dapat menjamin pertumbuhan, tetapi dapat mempertahankan kehidupan jaringan. Banyak dijumpai dalam protein nabati, contohnya legumin pada kacang-kacangan, dan gliadin di dalam gandum.
C. Protein tidak sempurna, yaitu protein yang tidak mengandung atau sedikit sekali mengandung asam amino essensial. Contohnya zein di dalam jagung.
2.3 Sumber Protein
Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber bahan makanan. Berdasarkan asalnya, protein dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
a. Protein hewani, berasal dari hewan. Umumnya mengandung protein yang lengkap, terdapat pada ikan, daging, susu, telur, larva serangga, lebah, belalang, laron, kepompong, dan lain. Bahan makanan hewani kaya dalam protein bermutu tinggi, tetapi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia
b. Protein nabati, berasal dari tumbuh-tumbuhan. Protein nabati terdapat pada kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian. Pada umumnya protein nabati mengandung protein yang tidak lengkap, kecuali pada kacang-kacangan yaitu kedelai. Kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein hanya 9,9%. Sayur dan buah-buahan rendah dalam protein, kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein adalah 5,3%. Gula, sirup, lemak, dan minyak murni tidak mengandung protein.
Beberapa bahan makanan yang mengandung protein serta kadar proteinnya dapat dilihat ditabel.
No Nama bahan makanan Kadar protein(%)
1 Daging ayam 18, 2
2 Daging sapi 18,8
3 Telur ayam 12,8
4 Susu sapi segar 3,2
5 Keju 22,8
6 Bandeng 20,0
7 Udang segar 21,0
8 Kerang 8,0
9 Beras tumbuk merah 7,9
10 Beras giling 6,8
11 Kacang hijau 22,2
12 Kedelai basah 30,2
13 Tepung terigu 8,9
14 Jagung kuning 7,9
15 Pisang ambon 1,2
2.4 Analisis Protein Pada Makanan
Tujuan umum kegiatan uji protein pada zat makanan adalah kita dapat mengidentifakasi protein pada terdapat di dalam bebagai bahan makanan yang telah ditentukan. Selanjutnya melakukan uji protein terhadap berbagai bahan makanan secara rinci dapat dilakukan salah satu caranya ialah uji biuret dan melakukan hal-hal sebagai berikut:
Alat :
1. 6 Tabung reaksi
2. Gelas ukur
3. Pipet Tetes
4. Aquades
5. Spiritus
6. Penjepit tabung reaksi
Bahan :
1. Bahan makanan (Alpukat, apel, pisang, susu, tahu, dan telur).
2. Larutan NaOH 2 M
3. Larutan CuSO4 0,1 M
Langkah Kerja :
1. Uji Biuret
• Haluskan masing-masing bahan makanan kemudian tambahkan dengan aquades.
• Isi keenam tabung reaksi dengan 2 mL dari masing-masing bahan makanan.
• Tambahkan 2 mL larutan NaOH 2M, kemudian kocok.
• Tambahkan larutan CuSO4 0,1M.
Data Hasil Pengamatan :
1. Apel bewarna Orange
2. Alpukat bewarna Ungu
3. Pisang bewarna Ungu Muda
4. Susu bewarna Ungu
5. Tahu bewarna Ungu Muda
6. Telur bewarna Ungu Tua
Penjelasan:
1. Uji Biuret
Sebelum
Setelah penambahan NaOH dan CuSO4
Uji biuret adalah salah satu cara pengujian yang memberikan hasil positif pada senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptida. Pengujiannya dapat dilakukan dengan cara : larutan yang mengandung protein ditetesi larutan NaOH, kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO4 encer. Terbetuknya warna ungu, menunjukkan hasil positif adanya protein.
2.5Manfaat Protein bagi Tubuh
Manfaat protein bagi tubuh kita sangatlah banyak. Protein sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tubuh kita. Diantara manfaat protein tersebut adalah sebagai berikut:
Untuk membangun dan mengganti sel-sel jaringan tubuh manusia
Tubuh sangat efisien dalam memelihara protein yang ada dan menggunakan kembali asam amino yang diperoleh dari pemecahan jaringan untuk membangun kembali jaringan yang sama atau jaringan yang lain.Untuk membentuk jaringan baru seperti tulang, masa otot, darah. Untuk tumbuh diperlikan protein dalam jumlah yang cukup. Bila protein dalam makanan tidak cukup dengan sendirinya pertumbuhan tubuh akan terganggu.
Mengatur keseimbangan air
Cairan tubuh terdapat dalam tiga kompartemen : intraseluler, ekstraseluler dan intravaskuler. Distribusu cairan tubuh dalam kompartemen harus dijaga keseimbangannya. Keseimbangan diperoleh melalui sistem komplek yang melibatkan protein dan elektrolit.
Memelihara netralitas tubuh
Protein tubuh bertindak sebagai bufferuntuk menjaga PH pada taraf konstan.
Pembentukan anti body
Kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan racun dikontrol oleh enzim di dalam hati. Kekurangan protein kemampuan tubuh untuk menghalangi pengaruh toksik berkurang.
Mengangkut zat-zat gizi
Protein memegang peranan potensial dalam mengangkut zat-zat gizi dalam saluran cerna melalui dinding saluran cerna kedalam darah, dari darah ke jaringan melalui membran sel ke dalam sel.
Sumber energi
Sebagai sumber energi, protein eqiuvalen dengan karbohidrat, karena menhasilkan 4 kkal/g protein.
Sebagai enzim
Protein memiliki peranan yang besar untuk mempercepat reaksi biologis.
Sebagai alat pengangkut dan penyimpan.
Protein yang terkandung dalam hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam eritrosit. Protein yang terkandung dalam mioglobin dapat mengangkut oksigen dalam otot.
Sebagai Pertahanan tubuh atau imunisasi Pertahanan tubuh.
Protein ini biasa digunakan dalam bentuk antibodi.
Sebagai Pengendalian Pertumbuhan.
Berdasarkan fungsi utamanya protein masuk ke dalam kelompok zat pembangun, akan tetapi dalam keadaan terpaksa protein juga dapat dioksidasi untuk menghasilkan energi, dengan demikian protein mengemban dwi fungsi, yaitu sebagai zat pembangun dan bahan bakar tubuh. Protein adalah komponen yang melaksanakan sebagian besar fungsi biologis, yaitu sebagai komponen struktural, katalisator, pengatur, pertahanan, kontraksi serta pengangkut.
2.6Akibat Kekurangan Protein
Penyakit yang terjadi akibat kekurangan protein paling banyak ditemukan di Negara miskin. Kekurangan protein juga mempengaruhi orang-orang yang lahir dengan kelainan genetik untuk memproduksi protein tertentu, dan orang-orang dengan penyakit yang menyebabkan mereka kehilangan nafsu makan dan gangguan pada otot. Di Negara maju seperti Amerika yang terjadi malah sebaliknya. Kelebihan protein akibat konsumsi makanan hewani berlebih. Bahkan para ahli di Amerika menyakini bahwa rata-rata orang Amerika mengkonsumsi 50 persen lebih besar protein dari yang dibutuhkan tubuh.
Penyakit akibat kekurangan protein banyak jenisnya, misalnya penyusutan jaringan otot, kehilangan berat badan, penumpukan cairan, anemia, denyut jantung sangat rendah, juga termasuk penyakit pigmentasi pada kulit. Salah satu efek yang berbahaya dari kurangnya protein adalah timbulnya penyakit muka tua yang disebabkan oleh kekurangan protein dan karbohidrat di saat bersamaan.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
a. Kerontokan rambut. Karena 97- 100 % rambut tersusun dari protein
b. Penyakit kekurangan protein atau biasa disebut kwashiorkor.
Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan parah protein dalam diet yang mengandung kalori sebagian besar dari karbohidrat seperti ubi, beras dan pisang. Umumnya penderitanya adalah anak kecil yang tidak mendapat asupan nutrisi protein yang cukup pada masa pertumbuhannya. Menurut University of Maryland Medical Center orang dengan kwashiorkor muncul bengkak di daerah perut dari retensi cairan.
Gejalanya :
- Pertumbuhan terhambat.
- Otot-otot berkurang dan lemah.
- Edema.
- Muka bulat seperti bulan (moonface)
- Gangguan psikimotor.
c. Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus .
Marasmus (seluruh badan menjadi lemah) adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan kalori cukup parah yang mempengaruhi bayi dan anak-anak, sering mengakibatkan penurunan berat badan dan dehidrasi. Marasmus dapat berkembang menjadi kelaparan dan kematian yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting. Orang dengan marasmus terlihat kurus dengan sedikit jaringan otot.
Gejalanya :
- Pertumbuhan terhambat.
- Lemak dibawah kulit berkurang.
- Otot-otot berkurang dan melemah.
- Erat badan lebih banyak terpengaruh dari pada ukuran kerangka, seperti : panjang, lingkar kepala dan lingkar dada.
- Muka seperti orang tua (oldman’s face).
Perhatikan gangguan pertumbuhan yang terjadi pada penderita kwashiorkor dan marasmus pada Gambar:
d. Kekurangan protein C
Salah satu protein yang sangat penting bagi tubuh dan sangat berbahya bila tidak ada adalah protein C. Protein C berkaitan dengan pembekuan darah. Protein bisa dengan mudah ditemukan pada berbagai macam jenis makanan apalagi Indonesia terkenal dengan makanan tempe yang kaya akan protein.
e. Cachexia
Cachexia adalah suatu kondisi yang melibatkan kekurangan protein, penipisan otot rangka dan tingkat peningkatan degradasi protein. Cachexia menyebabkan penurunan berat badan, kematian,penyakit kanker, AIDS, gagal ginjal kronis, penyakit panas, penyakit paru obstruktif kronik dan rheumatoid arthritis. Pasien dengan kanker ganas dari lambung, usus, hati, saluran empedu dan gangguan pankreas, memiliki kelelahan dan keseimbangan nitrogen negatif sebagai akibat dari hilangnya massa otot dari cachexia, Sumber yang ditulis oleh J Ockenga dalam “pencernaan Farmakologi dan Terapi” pada tahun 2005.Akibat dari kwashiorkor dan marasmus sendiri, yaitu:
a. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
b. Mudah terkena penyakit
c. Berkurangnya daya pikir
d. Penurunan fungsi otak
e. Ketidakseimbangan cairan elektrolit
f. Berkurangnya daya tahan tubuh
g. Bila tidak segera diobati berakhir dengan kematian
2.7Akibat Kelebihan Protein
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan dapat menimbulkan masalah lain, terutama pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen.
Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg BB. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angaka kecukupan gizi AKG) untuk protei
KESIMPULAN
Adapunkesimpulansetelahmembuatdanmempelajarimateritentangmakanan yang mengandungkarbohidrat, protein, danlemakadalahsebagaiberikut :
1. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari m
2. onomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida
3. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida
4. Protein terdiri dari protein nabati dan protein hewani.
5. Protein dibedakankedalam protein sempurna, protein kurangsempurna, dan protein tidaksempurna.
6. Kurangnya protein dalamtubuhmenyebabkankerontokanrambut, busunglapar, kwashiorkor, cachexiadan marasmus.
7. Makanan yang mengandung protein dapat di uji dengan uji biuret, apabila sampel makan yang mengandung protein ditetesi larutan NaOH, kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO4 encer. Terbetuknya warna ungu, menunjukkan hasil positif adanya protein.
setelah baca, jadi ingin tahu lebih banyak yang berhubungan sama proten. banyak gunanya sih baca blog kamu... trimakasih
BalasHapusgak usah bohong deh..
BalasHapusterimakasih diah anisa kim, info info tetntang protein lebih lanjutnya nyusul yaa
BalasHapushahahaa... mutiara umi lia, ayo baca blog saya dulu... Gomawo
BalasHapus